Sangga Farming
Transformasi Pertanian di Lanskap yang Beragam
Pertanian Cerdas Iklim untuk Masyarakat yang Tangguh
Transformasi pertanian mencakup penerapan praktik‑praktik cerdas iklim yang meningkatkan ketangguhan petani serta kemampuan mereka untuk tetap produktif di wilayah yang semakin terdampak oleh perubahan tata guna lahan di luar kendali mereka. Melalui program Sangga Farming, kami mendorong pendekatan‑pendekatan inovatif seperti pertanian regeneratif, hidroponik, pemetaan digital, dan pengelolaan lanskap terpadu, guna memperkuat ketahanan dan kemandirian petani.
Program Sangga Farming saat ini diterapkan di tiga desa: Kubu yang kaya ekosistem mangrove di wilayah pesisir Kubu Raya di bagian barat Mendawak; Sumber Agung yang kaya lahan gambut dan relatif terpencil secara logistik di Kubu Raya, bagian tengah Mendawak; serta Bagan Asam, desa adat dengan lahan gambut dalam di Kabupaten Sanggau, wilayah timur laut Mendawak. Ketiga desa ini dipilih karena kondisi ekologinya yang unik serta keberadaan habitat‑habitat yang terancam. Selain itu, desa‑desa ini juga menyediakan peluang untuk menguji coba model pembangunan berkelanjutan yang inovatif, yang apabila berhasil akan diperluas ke desa‑desa lain di Mendawak.
Membangun Model Pengelolaan Terpadu Berbasis Desa
Di banyak desa di Mendawak, pengelolaan lahan dan sumber daya alam masih dilakukan secara terpisah‑pisah antar sektor, sehingga menurunkan efisiensi dan menambah beban bagi para petani. Sangga Bumi Lestari mengembangkan model pengelolaan terpadu berbasis desa yang menyatukan pertanian, perikanan, peternakan, dan ruang hijau ke dalam satu sistem yang saling mendukung.
Model‑model ini menunjukkan bagaimana desa dapat memperkuat mata pencaharian, meningkatkan efisiensi pemanfaatan lahan, serta menciptakan ruang‑ruang yang produktif, kolaboratif, dan layak huni.
Meningkatkan Produktivitas Perkebunan Kelapa
Perkebunan kelapa merupakan pilar utama perekonomian desa desa di Mendawak. Namun, usia tanaman yang menua, risiko keselamatan dalam pemanenan, serta keterbatasan akses pasar telah menurunkan produktivitas dan minat petani. Sangga Bumi Lestari mendukung transisi menuju sistem perkebunan kelapa yang lebih aman dan berdaya hasil tinggi untuk memperkuat pendapatan serta menjamin keberlanjutan produksi dalam jangka panjang.
Melalui pengenalan varietas kelapa unggul, penguatan pasokan bibit lokal, serta peningkatan perencanaan kebun, kami merevitalisasi perkebunan kelapa sebagai mata pencaharian yang layak, berkelanjutan, dan dipimpin oleh masyarakat.
Digitalisasi Kegiatan Pertanian
Para petani di Mendawak kerap menghadapi keterbatasan akses pasar dan ketergantungan pada tengkulak akibat belum tersedianya sistem pertanian digital. Sangga Bumi Lestari melakukan digitalisasi kegiatan pertanian untuk mendukung perencanaan yang lebih baik, penetapan harga yang lebih adil, serta memperkuat hubungan langsung antara petani dan pembeli.
Melalui pengembangan basis data pertanian berbasis spasial, kami membantu petani menyelaraskan produksi dengan permintaan pasar serta membangun sistem pertanian yang lebih transparan, adaptif, dan berorientasi pasar.
Peningkatan Kapasitas Petani Kelapa Sawit Swadaya
Petani kelapa sawit swadaya di Mendawak sering kali beroperasi tanpa pengakuan hukum, dukungan teknis, maupun akses terhadap layanan pemerintah. Sangga Bumi Lestari mendukung para petani swadaya untuk memformalkan kegiatan usaha mereka, memperkuat kapasitas, serta mempersiapkan diri menghadapi kewajiban sertifikasi keberlanjutan.
Dengan membantu petani memperoleh legalitas usaha serta membangun keterhubungan dengan pemerintah dan perusahaan, kami berkontribusi pada peningkatan mata pencaharian sekaligus mendorong produksi kelapa sawit yang lebih berkelanjutan.
Mendukung Uji Coba Akuakultur Inovatif
Akuakultur berkembang pesat di sepanjang kawasan mangrove pesisir Mendawak. Namun, tingginya biaya pakan serta tekanan terhadap stok ikan alami mengancam keberlanjutan praktik ini. Sangga Bumi Lestari mendukung uji coba akuakultur inovatif yang mengeksplorasi penggunaan pakan alternatif serta reproduksi terkontrol untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi ketergantungan pada sumber daya tangkapan alam.
Uji coba ini menjadi landasan bagi pengembangan sistem akuakultur tingkat desa yang lebih terjangkau, lebih produktif, dan berkelanjutan secara lingkungan.
Mengembangkan Pertanian Hidroponik di Wilayah Rawan Ekologi
Degradasi lahan, banjir, dan penurunan kualitas tanah membuat praktik pertanian konvensional semakin berisiko di Mendawak. Sangga Bumi Lestari memperkenalkan sistem pertanian hidroponik yang memungkinkan produksi hortikultura secara stabil tanpa bergantung pada tanah maupun memperluas kegiatan ke area hutan dan lahan gambut yang rentan.
Dengan memproduksi sayuran melalui sistem air bernutrisi, hidroponik memperkuat ketahanan pangan, mendiversifikasi sumber pendapatan, serta mengurangi tekanan terhadap lanskap yang sensitif secara ekologis.










