Membangun Model Pengelolaan Terpadu Berbasis Desa

Tantangan

Solusi

Perkembangan

Di Desa Sumber Agung, kami telah mengembangkan model pengelolaan terpadu pada lahan desa seluas 5,2 hektare. Pusat ini akan menunjukkan bagaimana kegiatan ekonomi desa yang sebelumnya dikelola di lokasi berbeda dapat dikembangkan dalam satu tempat. Pembangunan dimulai pada kuartal IV 2025. Pusat ini mencakup tanaman kelapa, komoditas hortikultura, perikanan, dan peternakan. Selain itu, terdapat pusat pembibitan kelapa Bido, rumah kaca, dan persemaian. Yang penting, pusat ini juga mencakup area rekreasi, karena kebutuhan akan ruang rekreasi serta keinginan agar area kegiatan ekonomi juga menjadi tempat yang nyaman untuk beristirahat sering kali terabaikan dalam diskursus konservasi.

Pusat ini juga akan menjadi model bagaimana berbagai pemangku kepentingan lanskap dapat bekerja sama untuk mendukung pembangunan ekonomi desa. Isu pendanaan inisiatif pembangunan masyarakat menjadi perhatian utama. Di wilayah yang didominasi aktivitas sektor swasta, pelaku sektor swasta tersebut menjadi salah satu sumber pendanaan utama.

Kami telah mempertemukan para pemangku kepentingan penggunaan lahan lokal untuk merundingkan paket dukungan bagi pusat tersebut. Pendanaan akan dialokasikan oleh pemerintah desa, dinas pemerintah daerah, serta dua perusahaan konsesi lokal (PT Gerbang Benua Raya dan PT Daya Tani Kalbar) yang telah berkomitmen mendanai biaya operasional pusat, serta sebuah universitas lokal yang bekerja sama dalam pengembangan kerangka pemantauan.

Pusat ini akan menjadi model yang dapat direplikasi bagi desa-desa lain yang menghadapi tantangan ekologis dan ekonomi serupa.

Scroll to Top