Meningkatkan Produktivitas Perkebunan Kelapa

Tantangan

Solusi

Kemajuan

Kami telah bekerja sama dengan Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Palma milik pemerintah Indonesia untuk memperoleh bibit kelapa Bido dari Maluku, Indonesia Timur. Di Sumber Agung, masyarakat berhasil menyemai 190 benih yang menghasilkan 188 bibit. Bibit ini akan ditanam dan dipelihara selama 3–5 tahun ke depan, dan pada akhirnya akan menghasilkan benih yang dapat dijual kepada petani kelapa di seluruh Kalimantan Barat. Bibit tambahan akan ditanam di pusat pendidikan yang sedang dikembangkan untuk menunjukkan model pengelolaan terpadu, sehingga Sumber Agung dapat menjadi pusat utama penyedia bibit kelapa Bido di Kalimantan Barat. Usaha ini akan dikelola melalui Badan Usaha Milik Desa, dan seluruh pendapatan akan menjadi Pendapatan Asli Desa yang dikelola secara kolektif.

Di desa pesisir Kubu, telah disusun rencana pengadaan 17.360 bibit kelapa yang terdiri dari kelapa genjah, kelapa Bido, dan kelapa tinggi tradisional untuk kegiatan peremajaan dan penanaman baru di lahan desa yang terdegradasi seluas 124 hektare. Sebanyak 111 petani kelapa akan terlibat, masing-masing bertanggung jawab atas sejumlah pohon dalam sistem pertanian kolektif.

Saat ini, program ini sedang diuji coba di desa-desa di luar Koridor Keanekaragaman Hayati Mendawak, dan akan diperluas ke dalam kawasan koridor tersebut pada tahun 2026 dan 2027.

Scroll to Top