April, 2026
Digitalisasi Kegiatan Pertanian
Tantangan
Petani di Mendawak menghadapi keterbatasan akses pasar dan ketergantungan tinggi pada perantara atau tengkulak, yang umumnya memberikan harga di bawah harga pasar. Kegiatan pertanian belum terdigitalisasi, sehingga perencanaan jangka panjang menjadi sulit dan pola tanam sering mengikuti permintaan pasar sesaat. Hal ini menyebabkan kelebihan pasokan pada komoditas tertentu, harga rendah, dan potensi pasar yang belum dimanfaatkan.
Solusi
Digitalisasi kegiatan pertanian dilakukan melalui pengembangan basis data pertanian berbasis spasial yang memetakan setiap area produksi dan jenis komoditas yang dikelola masyarakat. Pendekatan ini mencakup pengembangan peta lahan pertanian, katalog tanaman, serta integrasi data produksi sebagai dasar perencanaan tanam. Hal ini bertujuan meningkatkan efisiensi, memperkuat hubungan antara petani dan pembeli, serta membangun sistem pertanian yang lebih transparan, adaptif, dan berorientasi pasar.
Kemajuan
Sangga Bumi Lestari telah melakukan pemetaan pertanian di desa Kubu, Sumber Agung, dan Bagan Asam menggunakan analisis citra satelit resolusi tinggi serta pengumpulan data lapangan partisipatif.
Di Sumber Agung dan Kubu, pemetaan difokuskan pada area hortikultura dan perkebunan kelapa sebagai dua komoditas utama. Di Desa Bagan Asam, karena kelapa bukan komoditas utama, kegiatan difokuskan pada komoditas hortikultura pangan pokok.
Di Desa Kubu, teridentifikasi 350 petani dengan total luas lahan 120,35 hektare. Di Desa Sumber Agung, teridentifikasi 14 petani dengan total luas lahan 34,82 hektare. Di Desa Bagan Asam, teridentifikasi 61 petani dengan total luas lahan 44 hektare.











